Posts tagged ‘puisi’

Puisi rindu buat seorang senior

buat nanda Trisna Susanti di Medan

Masih terang dalam kenangan,

suatu sore di perairan babalan,

sembari tangan menjurai benang berisi umpan,

dengan wajah serius penuh harapan………

tiga puluh lima tahun nan lalu..saat itu

kau masih kecil anakku…dan

bila pulang …bawa ikan di dalam bubu..duhai…….

senyum manis hiasi bibir ayahmu,

tentu  juga senyumku.

kemudian tahun-tahun berlalu……..

waktu pun memisahkan kita anakku………

keluargamu pindah ke serambi mekah.

disusul dengan kepindahan kami kesana jua, meski berbeda kota.

Sampai suatu hari…… facebook  temukan kita dan kutahu ayahmu lah tiada.

seperti ada yang terserabut dari dalam diri  ini..

Bukan hanya karena ayahmu adalah senior bagiku dihobbi pemancingan,

tapi beliau juga pemanduku di pekerjaan dan penerang jalanku dibidang kehidupan.

Duh…… Tuhan masihkah kan Kau temukan aku dengan orang seperti dia lagi?

Pantaslah kalau engkau anakku juga kehilangan dan rindukan dia.

BANJARMASIN AWAL MEI DUA RIBU SEBELAS.

Iklan

** ..Andai kau tahu.. **

oleh Yulia Maryufha Sll Miliknya pada 20 Februari 2011 jam 12:53

== Rindu==

Patahkan ranting,ranting jadikanlah pena…

keringkan asin samudera jadikanlah tinta..kan kutulis di pasir-pasir kesaksian ombak..

kisah dua insan yg sedang dimabuk cinta..

Diamlah palung diamlah pasang..dan kau juga diam wahai karang..

o…laut malaka diamlah…

tidakkah engkau melihat aku dara yg akan selalu rindu pada pujaan hati nun jauh disana…

Wahai laut karang….aku tdk ingin apa-apa…

aku hanya ingin kenanglah aku di balik tulisan..

yg terukir di pasir-pasir pantai…

Sajak Ingat Kekasih

Beerikut saya kutip sebuah sajak dari seorang teman, yang punya potensi menulis puisi, semoga daat menambah khazanah puisi di blog ini, selamat menikmati>>

=== Sajak Ingat KEkasih ===

*** AIR ***

Aku ingin mengalir seperti alir..

sungai beriak

bebatuan yg berkejar-kejaran menuju hilir,

gelisah,

gemuruh turun dan naik..

aku ingin mengalir deras sambil menyeret akar2 kayu..

menampar batu-batu,

sampai kemudian aku terkapar lelah….

Oleh: Yulia Maryufha Sll Miliknya

Puisi rindu dua anak manusia

 

Dan aku rindu….

Saat-saat angin menerpa tubuhmu dan menyisir rambutmu di kegelapan malam.

Sudah begitu lama kita tak saling bercanda  dalam kebisuan  diantara kita.

Mungkinkah kita  merajut kembali sulaman nan hilang ?

Aaaaakh.

Sunyinya hati…….

tatkala  tiada lagi senandung nan merdu mengelus sendu.

Mana  kelentikan jarimu menarik senar harfa,

mendendangkan melodi-melodi nan membelai manja ?

Uuuuuuuuukh.

Malam pergantian Tahun(puisi)

Duuuuuuuu aaaaar,…………..treeeet treeet treeet, bunyi terompet.                                                                       Duuuuu aar…bukan terompet, mercon terserempet.                                                                                                      Sebentar lagi……… yaa  yaaa sekejap lagi, tahun kan pamit undur,waktunya semakin mepet                       Apa itu koq pada rame dipinggir paret?.                                                                                                                            Wooow lagi asyik bakar ikan….udang dan kampret

(Ada yang bengek kaleee)….(mungkin aja ….)

Biarkan orang-orang rayakan pergantian tahun  sesuka mereka,                                                                               seperti setahun, dua tahun, tiga………………………………………….                                                                                                                      tahun-tahun pun   berlalu mengikuti sumbu putarnya…….                                                                                              kita  pun beranjak perlahan makin tua………………….

malam tigasatudesember ke satu januari 2010-2011

Menjelang kedatanganmu.

Berbisik angin menyapa jendela,
lirih ….. namun cukup buatku terbangun.
amboi begitu harum desahmu menyentuh nafasku.
kabar apa yang kau bawa dari jauh sana
cepat kau katakan, sebelum kesabaranku habis.
Kau telah putuskan mimpiku,
dan kau mesti gantikan itu dengan beritamu.

Apa….? Aku sudah tahu itu.
Bahwa tujuhbelas hari lagi tahun kan berakhir.
bukan….bukan, bukan berakhir,
hanya ada perubahan angka,
seperti …………..juga ,
nan pernah terjadi tahun nan lalu.

suatu malam di empatbelas des dua ribu sepuluh.

Puisi Cintaku buat Adinda