buat nanda Trisna Susanti di Medan

Masih terang dalam kenangan,

suatu sore di perairan babalan,

sembari tangan menjurai benang berisi umpan,

dengan wajah serius penuh harapan………

tiga puluh lima tahun nan lalu..saat itu

kau masih kecil anakku…dan

bila pulang …bawa ikan di dalam bubu..duhai…….

senyum manis hiasi bibir ayahmu,

tentu  juga senyumku.

kemudian tahun-tahun berlalu……..

waktu pun memisahkan kita anakku………

keluargamu pindah ke serambi mekah.

disusul dengan kepindahan kami kesana jua, meski berbeda kota.

Sampai suatu hari…… facebook  temukan kita dan kutahu ayahmu lah tiada.

seperti ada yang terserabut dari dalam diri  ini..

Bukan hanya karena ayahmu adalah senior bagiku dihobbi pemancingan,

tapi beliau juga pemanduku di pekerjaan dan penerang jalanku dibidang kehidupan.

Duh…… Tuhan masihkah kan Kau temukan aku dengan orang seperti dia lagi?

Pantaslah kalau engkau anakku juga kehilangan dan rindukan dia.

BANJARMASIN AWAL MEI DUA RIBU SEBELAS.