Mawar dipinta, tertentu warnanya
Benarkah tulus, bagaimana tandanya?
Pacar dicinta, begitu mesranya
Kalau lah putus, bagaimana rasanya?

Tegak termenung di pintu dapur,
Akibat lapar, belum lah makan.
Tidak di renung, begitu hancur,
Mendapat kabar, putus tunangan.

Sudah dicoba memakan manggis,
manis rambutan teringat jua.
Sudah dicoba menahan tangis,
gadis idaman teringat juga.

Jalan berkelok, lagi-lagi mendaki,
ingin lah lekas, dapatkan tujuan.
Jangan di olok, apalagi dicaci,
bukankah bekas tunangan tuan ?