Kayu manis di kedai rempah
Dibeli untuk bumbu masakan
Adik manis tidakkah marah
kalau abang mau kenalan?
Kedai rempah di pinggir jalan
Menjual banyak bumbu yang lain.
mengapa marah hanya kenalan
Asal tidak menuju yang lain.
Menjual kain motifnya batik
karena batik kan banyak pilihannya
Apa yang lain maksudnya adik
kalau tertarik kan nggak ada salahnya?
Siang-siang banyak cahayanya
panas terik yang tidak enaknya
Memang si abang banyak akalnya
kata tertarik yang jadi akhirnya
Jangan sampah buang sembarangan
masukkan dia ke tempat yang tersedia
Jangan lah marah ke abang serampangan
katakan saja adik tidak bersedia.
Kota Batu dekat ke Malang,
kotanya sejuk indah pemandangan
Hanya begitu tekad abang
bisanya merajuk batalkah berkenalan’
Bukan sejuk bukan pemandangan
menjual batik mencari keuntungan
Bukan merajuk bukan mengurungkan
mengenal adik menjadi tujuan.
Kalau ke Batu jadi tujuan
marilah kita seiring-sejalan
Kalau begitu abang maksudkan
bolehlah kita saling kenalan.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)
































19 tanggapan kepada “Berbalas pantun perkenalan”
Update News
Oktober 25th, 2010 pada 05:34
makasih sob,, saya ada tugas nih..
hha.. makasih lagi infonya..
afri muthaher
November 10th, 2010 pada 13:21
Dari mana hendak kemana
dari jepang ke bandar cina
kalau boleh saya bertanya
anda ini siapa yang punya
zoels50
November 11th, 2010 pada 08:24
dari bandar cina kita ke jakarta.
melihat ibu kota negara Indonesia.
Sobat bertanya siapa yang punya cerita?
siapa lagi kalau bukan Mekarina (mekarlah Indonesia)
afri muthaher
November 10th, 2010 pada 13:23
sangat bagus karya – karya
anak indonesia mereka membuak
karya – kjarya yang sangat bagus
zoels50
November 11th, 2010 pada 08:26
Rio
Desember 7th, 2010 pada 13:16
thank ya…. pantun2 nya…..
sangat bermanfaat… bagi saya……
zoels50
Desember 8th, 2010 pada 14:05
trims atas kunjungan dan komentarnya di blog ini.
rifani lahaya
Desember 8th, 2010 pada 05:33
samarinda kota tepia
balipapan kota beriman
buwat apa muka tampan
kalaw gigi nonjol ke depan
zoels50
Desember 8th, 2010 pada 13:56
balik papan kota beriman,
disana di dapat minyak dan diolahkan
soal itu jangan khawatirkan,
kan ada kawat gigi bolehlah dirapikan.
edward poerba
Desember 14th, 2010 pada 12:30
Burung kakak tua udah tak berdaya
Burung adik muda terbang ke angkasa
Makasi kakek telah berjuang bela negara
Sekarang adek bahagia di hari MERDEKA
zoels50
Desember 15th, 2010 pada 00:54
Kakak tua tak berdaya, ya sudahlah
asalan si adik muda tegar perkasa.
Kakek tua dulu berjasa,ya syukurlah
giliran si adik muda menggelar mengisi kemerdekaannya.
Trims, sudah turut meramaikan blog ini.
ike
Februari 17th, 2011 pada 08:53
saya senang bekerja
arizal
April 26th, 2011 pada 14:25
makan pagi di ibu Nana
kuah sayurnya sangat kental
wahai abang nan jauh di sana
ada apa gerangan ingin mengenal
zoels50
Mei 2nd, 2011 pada 14:44
makan pagi di ibu Nana
Sudah pun kental enak rasanya.
Meski adik jauh disana
Sudah pun kukenal didunia maya.
Makan pagi kuahnya kental
dirumah teman menambah nasinya
Harapan dihati maunya mengenal
bertambah teman bertambah bahagia
zaldy
Mei 3rd, 2011 pada 06:21
Bertaburan bintang-bintang
Gemerlap menghiasi bumi laksana gedung menjulang dengan lampu yang berkelap-kelip
Namun mengapa hati ini terasa redup
Seperti rusa kecil yang ketakutan dan bersembunyi di balik semak dengan tubuh gemetaran
Bercucuran keringat menetes membasahi sekujur tubuh
Gemetaran seakan-akan kaki ini sudah tidak mampu lagi menahan beban tubuh
Mata menatap tajam terjaga
Gugup menyelimuti seluruh jiwa raga
Hingar bingar suara katak
Riuh rendah teriakan jangkrik
Gemuruh angin bersahutan
Semakin tersiksa di dalam batin
Galau…
Mengurai tiap-tiap detik yang berlalu
Mengkaji tiap-tiap jejak yang telah tertapak
Tidak ada makna yang tersimpul
Hampa….
Setiap karya yang telah tercipta laksana debu yang berhamburan
Ibarat air menguap jauh ke angkasa tanpa mengerti
Akan kemana dan menjadi apa
Hidup hanya ilusi
Asa tercipta sekedar fatamorgana
Antara usaha dan asa bias
Menggapai bulan berharap bintang
Mau teriak bisikan terucap
Mau berlari jalan tertatih
Mau tertawa tangis tersedu sedan
Pikir bahagia kesedihan tersaji
Orang bilang aku si peragu pengambil keputusan
Orang bilang aku sigamang dan terlalu berhati-hati
Orang bilang aku si penakut menghadapi kehidupan
Aku bilang aku si pecundang sejati
zoels50
Mei 3rd, 2011 pada 12:44
Mana judulnya?
zaldy
Mei 3rd, 2011 pada 06:26
menapak kaki mendaki gunung
mengepak sayap mengurai angkasa
kasih orang tua tiada berujung
tidak pernah lekang di telan masa
Lekok susanti
Juni 6th, 2011 pada 02:04
Bguz bgt, aqu ska dgn ini. Smg0ga tambh bnyak ajJ ne.
zoels50
Juni 6th, 2011 pada 10:43
trims atas kunjungan dan komentarnya.LAIN KALI SINGGAH LAGI YA?